Minggu, 11 Agustus 2024

Teks Laporan Hasil Observasi (Bagian 2)

 Teks Laporan Hasil Observasi


C. Menganalisis Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi sebagai berikut:
1. Kata benda umum, yaitu kata-kata deskripsi suatu objek atau peristiwa yang terjadi secara umum (general), bukan benda atau peristiwa yang khusus (spesifik).
Contoh:
  • Teaching factory adalah model pembelajaran berbasis produk pada jenjang SMK.
  • Jika terdapat kesalahan, pengguna juga dapat langsung mengecek program dan logika yang diterapkan. 

2. Kata kerja material, yaitu kata kerja yang menunjukkan tindakan suatu benda, hewan, manusia, atau peristiwa. Kata kerja material tersebut dapat dilihat secara kasatmata.
Contoh:
  • Untuk menambahkan rasa atau mempercantik tampilan, adonan kue biasanya diberi bahan tambahan, misalnya pewarna makanan, penambah rasa atau aroma, dan berbagai jenis kacang.
  • Drop cookies merupakan jenis cookies yang paling mudah dibuat karena hanya dicetak menggunakan sendok dan langsung diletakkan di atas loyang bersemir margarin. 

3. Kata kopula, yaitu kata yang digunakan untuk menjelaskan suatu pengertian atau konsep mengenai suatu hal.
Contoh:
  • Kue kering merupakan salah satu kudapan jenis biskuit yang dibuat dari adonan lunak.
  • Teaching factory adalah model pembelajaran berbasis produk pada jenjang SMK.

4. Kata pengelompokkan, yaitu kata yang digunakan untuk mengelompokkan suatu objek menjadi sesuatu yang lebih spesifik.
Contoh:
  • Pembangkit listrik tenaga surya terdiri atas empat komponen, yaitu panel surya, charge control, baterai, dan inverter. 
  • Berdasarkan cara pembuatannya, kue kering dapat dibagi menjadi beberapa macam. 

5. Kata keadaan, yaitu kata-kata yang menggambarkan atau bermakna suatu keadaan yang berhubungan dengan suatu objek.
Contoh:
  • Kue kering merupakan salah satu kudapan jenis biskuit yang dibuat dari adonan lunak.
  • Input dan output mempunyai peranan yang sangat penting karena berfungsi sebagai perantara antara perangkat kontrol dan CPU.

6. Kata teknis, yaitu kata-kata yang umumnya bersifat ilmiah dan berkaitan dengan objek yang diobservasi dalam isi teks laporan hasil observasi.
Contoh:
  • Prinsip kerja rem hidraulis mengacu pada Hukum Pascal.
  • Purchases berfungsi mencatat, menampilkan, dan mencetak traksaksi pembelian serta menyajikan laporan yang berhubungan dengan pembelian.


TUGAS MANDIRI

Bacalah dengan cermat teks laporan hasil observasi berikut. Setelah itu, analisislah berdasarkan kaidah kebahasaannya. Jawaban langsung dikirim melalui kolom komentar dengan menuliskan nama lengkap!

Pembangkit Listrik Tenaga Surya 

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) adalah pembangkit listrik yang mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik dengan prinsip fotovoltaik. Pembangkit listrik ini merupakan bentuk pemanfaatan salah satu sumber energi alternatif yang ramah lingkungan (energi terbarukan).

PLTS terdiri atas empat komponen, yaitu panel surya, charge control, baterai, dan inverter. Panel surya berfungsi mengonversi tenaga matahari menjadi energi listrik. Charge control berfungsi menstabilkan energi listrik dan menjaga agar baterai tidak kelebihan tegangan sehingga menjadi lebih awet. Baterai dalam pembangkit listrik ini berfungsi menyimpan daya listrik. Sementara itu, inverter berfungsi mengonversikan arus searah (DC) menjadi harus bolak-balik (AC) karena tegangan listrik yang dihasilkan oleh panel surya fotovoltaik adalah arus searah. Oleh karena itu, inverter digunakan karena pada umumnya listrik rumah tangga menggunakan sumber arus bolak-balik (AC).

Cara kerja pembangkit listrik tenaga surya cukup sederhana. Pertama, panel surya (fotovoltaik) akan ditempatkan langsung mengenai cahaya matahari. Semakin tinggi intensitas cahaya yang ditangkap, semakin besar energi listrik yang didapatkan. Setelah itu, panel surya akan mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Arus listrik yang dihasilkan dalam alat ini masih berupa arus searah (DC). Setelah dihasilkan, energi listrik tersebut kemudian menuju charge control. Pada alat ini, energi listrik diatur dan distabilkan, kemudian disimpan dalam baterai. Selanjutnya, energi listrik menuju inverter untuk disesuaikan tegangannya. Pada alat ini, arus listrik juga akan diubah dari arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC). Dengan demikian, energi listrik dari inverter sudah siap digunakan untuk menyalakan lampu, TV, AC, dan peralatan rumah tangga lainnya. 

Dengan potensi yang sangat besar tersebut, energi surya dapat dijadikan sebagai energi alternatif karena sangat ramah lingkungan sehingga ekosistem di bumi dapat tetap terjaga. Selain ramah lingkungan, energi ini juga tidak terbatas jumlahnya. Selain itu, penggunaan energi ini juga dapat menghemat pengeluaran rumah tangga untuk listrik.

Contoh:
1. Kata Kopula
    Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) adalah pembangkit listrik yang mengubah cahaya         matahari menjadi energi listrik dengan prinsip fotovoltaik


CATATAN:
JIKA TIDAK MENGERJAKAN, MAKA NILAI KOSONG.

Kamis, 01 Agustus 2024

Teks Laporan Hasil Observasi (Bagian 1)

Teks Laporan Hasil Observasi



A. Menginterpretasikan Teks Laporan Hasil Observasi Secara Kritis

1. Definisi dan Karakteristik Teks Laporan Hasil Observasi 

Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi informasi atau penjabaran umum yang didapatkan dari hasil pengamatan (observasi). Tujuan kegiatan pengamatan (observasi) adalah mendapatkan informasi tentang tingkah laku, kondisi, keadaan, atau situasi dari objek yang diteliti. Oleh karena didapat dari pengamatan langsung secara cermat, informasi yang diperoleh berupa data faktual, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Berdasarkan pengertian teks laporan hasil observasi, dapat dirumuskan karakteristik teks laporan hasil observasi sebagai berikut:
a. Bersifat objektif dan spesifik
Teks laporan hasil observasi disusun dengan mengacu pada objek yang diamati. Dengan kata lain, laporan hasil observasi harus bersifat objektif, artinya suatu keadaan atau pandangan yang didasarkan pada fakta atau nyata, tanpa dipengaruhi oleh perasaan, pendapat atau prasangka pribadi. Hasil pengamatan observasi juga harus disampaikan secara jelas dan spesifik, yaitu khusus pada objek yang diamati saja dan tidak membahas hal di luar objek yang diamati. Agar lebih paham, cermati contoh berikut:
1. Pembelajaran di SMK terdiri atas 70% praktik dan 30% teori. (objektif)
2. Lulusan SMK lebih mudah mendapatkan pekerjaan. (subjektif)

b. Disusun berdasarkan fakta
Teks laporan hasil observasi disusun berdasarkan fakta atau data hasil pengamatan secara utuh, tidak dikurangi atau ditambah, dan bukan merupakan hasil imajinasi atau khayalan. Dalam teks laporan hasil observasi, sangat jarang dijumpai kalimat opini. Fakta adalah suatu hal atau peristiwa yang benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan kebenarannya. Opini adalah pernyataan berupa gagasan atau hasil pemikiran seseorang yang belum terbukti kebenarannya.
Contoh:
1. SMK Mandiri Berkarya memiliki lima kompetensi keahlian. (fakta)
2. Jakarta adalah ibu kota Indonesia. (fakta)
3. Bumi berputar mengelilingi matahari. (fakta)
4. Lingkungan SMK Mandiri Berkarya cukup bersih dan nyaman. (opini)
5. Perayaan kemerdekaan Indonesia tahun ini sangat meriah. (opini)
6. Belajar sambil mendengarkan musik lebih efektif. (opini)

c. Disajikan secara lengkap dan mudah dipahami
Teks laporan hasil observasi disajikan berdasarkan hasil pengamatan secara lengkap dan terperinci menggunakan bahasa yang lugas dan mudah dipahami oleh pembaca. Bahasa yang lugas adalah bahasa yang mengacu pada makna yang sebenarnya dan apa adanya, atau disebut juga makna denotatif. Berlawanan dengan bahasa lugas adalah bahasa kias. Bahasa kias adalah bahasa yang mengacu pada makna tambahan (konotatif). Agar lebih memahami hal tersebut, berikut adalah contoh penggunaan makna denotasi dan makna konotasi dalam kalimat.
1. Robot hasil karya siswa SMK Mandiri Berkarya sudah dapat berdiri sempurna setelah beberapa kali gagal uji coba. (denotasi)
2. SMK Mandiri Berkarya berdiri sejak tahun 2002. (konotasi)

2. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Isi teks laporan hasil observasi merupakan data yang bersifat faktual dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau objektif. Data tersebut kemudian disusun secara sistematis mulai dari hal yang bersifat umum hingga data yang bersifat spesifik. Dengan demikian, struktur teks laporan hasil observasi dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Pernyataan umum
Bagian pernyataan umum berisi informasi umum tentang objek yang dilaporkan, misalnya nama objek (termasuk nama ilmiah jika ada) dan klasifikasi secara umum. Pernyataan umum ditandai dengan kata kerja (verba) relasional, yaitu kata kerja yang berfungsi menghubungkan subjek dengan pelengkap.

b. Deskripsi bagian
Deskripsi bagian berisi uraian hal-hal yang dilaporkan secara terperinci. Jika objek yang dilaporkan adalah hewan, uraiannya mencakup ciri fisik, habitat, makanan, dan perilaku. Jika objek yang dilaporkan adalah tumbuhan, uraiannya berupa perincian ciri fisik bunga, akar, buah, atau bagian yang lain. Jika yang dilaporkan berupa objek, deskripsi bagian berisi klasifikasi objek dari berbagai segi dan deskripsi jenis/macam suatu objek, serta sifat-sifat khusus objek.

c. Deskripsi manfaat/simpulan
Bagian ini berisi deskripsi manfaat objek yang dilaporkan dan ringkasan secara umum dari hal-hal yang dilaporkan.

B. Menilai Akurasi Teks Laporan Hasil Observasi dan Membandingkannya dengan Teks Lainnya

1. Menemukan Informasi atau Data dalam Teks Laporan Hasil Observasi

Agar dapat menemukan informasi dengan tepat, salah satu aktivitas yang dapat Anda lakukan adalah membaca. Membaca adalah suatu proses yang dilakukan dan digunakan oleh pembaca untuk memperolah pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis (Hodgson dalam Tarigan, 2008: 7). Pada kegiatan pembelajaran kali ini, Anda akan menilai akurasi informasi yang terdapat dalam teks laporan hasil observasi yang dibaca.

Sebelum menilai akurasi dan kualitas data teks laporan hasil observasi, Anda harus menemukan informasi dalam teks secara tepat terlebih dahulu. Menurut Tarigan (2008: 12-13), berdasarkan tujuannya, membaca dibagi menjadi dua jenis di antaranya:
a. Membaca bersuara atau membaca nyaring (oral reading)
Membaca nyaring adalah suatu aktivitas yang berfungsi sebagai alat bagi guru, peserta didik, ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran, dan perasaan pengarang.

b. Membaca dalam hati (silent reading)
Membaca dalam hati adalah membaca dengan tujuan yang bersifat pemahaman. Membaca dalam hati terdiri atas membaca ekstensif dan intensif. Membaca ekstensif adalah membaca secara luas. Jumlah objeknya sebanyak mungkin dalam waktu yang sesingkat mungkin. Contohnya, membaca survei (survey reading), membaca sekilas (skimming reading), dan membaca dangkal (superficial reading). Sementara itu, membaca intensif adalah studi saksama, telaah secara teliti, dan penanganan terperinci yang dilaksanakan di dalam kelas terhadap suatu tugas yang pendek. 

2. Menilai Keakuratan atau Ketepatan Data yang Disajikan dengan Membandingkan Isi Teks Laporan Hasil Observasi dengan Teks Lainnya yang Mendukung

Untuk menilai keakuratan atau ketepatan data yang disajikan, Anda dapat menggunakan teks lain yang mendukung. Pada pembelajaran kali ini, Anda akan mencermati sebuah teks infografik. Infografik merupakan teks yang berisi informasi yang disajikan dalam bentuk visual. Teks infografik terdiri atas teks, grafik, tipografik, dan gambar ilustrasi yang menarik sehingga lebih mudah dipahami. 



Referensi:
Komariah, Pipit Dwi. (2021). Bahasa Indonesia SMK/MAK Kelas X. Cilacap: PT Gelora Aksara Pratama.